Konsep Smart Home Kembali Naik Daun

loading...
Konsep Smart Home Kembali Naik Daun
Rumah pintar makin menjadi daya tarik masyarakat karena berteknologi tinggi. (Foto: Dok/Pixabay)
KONSEP rumah berteknologi tinggi tampaknya akan semakin diminati. Smart home selalu dirancang dengan satu paket, yaitu rumah dan perangkat cerdas di dalamnya.

Hadirnya beragam peranti rumah berteknologi cerdas kini memungkinkan pemilik rumah bisa menyulap kediamannya menjadi pintar. Perangkat pilihan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemilik rumah. Pastikan saja alat-alat itu kompatibel ketika dihubungkan satu sama lain dalam satu sistem pengelolaan.

Di Indonesia, konsep rumah pintar sudah mulai banyak ditawarkan oleh beberapa pengembang. Hal ini menjadi salah satu cara menarik minat pasar yang terus menginginkan inovasi modern.

Arsitek dari The Pating Tlecek Arsitektur, Yoshi Fajar Kresno menegaskan, kehadiran perangkat smart home bukan sekadar tren, tapi juga sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat modern saat ini. Baca juga: Tim Sar Temukan Satu Material Serpihan Pesawat Sriwijaya Air

"Penerapan konsep rumah pintar sendiri juga bisa memberikan nilai plus bagi para pengembang jadi bukan hanya untuk penghuni. Dengan konsep ini akan membuat penghuni nyaman dan membuat pengembang lebih inovatif," kata Yoshi.



Pada dasarnya, smart home adalah rumah dengan perabot yang saling terhubung satu sama lain dan dapat dikelola dengan memakai teknologi internet of things (IoT). ‎Seluruh perangkat rumah tangga terkoneksi jaringan internet dan karenanya dapat dikendalikan cukup memakai ponsel pintar atau komputer.

Merancang smart home sebenarnya tidak terlalu sulit. Pertimbangan pertama adalah pilih peralatan yang memang memiliki konektivitas digital terbuka dan bisa digunakan dari jarak jauh. Melalui sistem terbuka, memungkinkan perangkat rumah tangga dikontrol dalam satu perangkat terbuka.

Yoshi menegaskan, dengan cara ini pemilik rumah dapat memusatkan kontrol perangkat dan memantaunya lewat ponsel. Misalnya, lemari es dengan kemampuan memastikan kesegaran bahan makanan.

Perangkat tersebut mengirimkan laporan terkait suhu udara ‎kulkas dan kondisi makanan melalui pesan singkat atau notifikasi pada aplikasi penghubung. Yoshi memperinci agar pemakaian perangkat cerdas hendaknya menyesuaikan gaya hidup si pemilik. Baca juga: Masa Pandemi Angka Pemberian ASI Eksklusif Justru Makin Tinggi

"Contohnya, rumah yang sering ditinggalkan akan membutuhkan sistem keamanan yang berbeda dengan rumah yang ramai oleh penghuninya," tambahnya.



Alternatifnya, penghuni bisa memasang kunci rumah elektronik yang disambungkan pada ponsel agar lebih aman. Sistem ini memungkinkan pemilik untuk memberi akses masuk rumah hanya pada angota keluarga atau kerabat tertentu. Kamera pengawas bisa menjadi pilihan 'penjaga' rumah yang kerap kosong untuk jangka waktu lama.

"Saat ini sudah banyak peranti serupa dalam ukuran kecil yang telah berteknologi pintar dan bisa terhubung ke ponsel. Cukup dengan membuka aplikasi di smartphone, kondisi rumah pun bisa terpantau," ungkap Yoshi.

Sedangkan untuk kegiatan harian seperti membersihkan rumah juga bisa menggunakan perangkat cerdas. Alat bersih konvensional seperti sapu atau kemoceng pun dapat diganti penyedot debu otomatis. Yoshi menambahkan, saat ini pemilik rumah tidak perlu lagi direpotkan dalam membersihkan rumah, pemilik rumah bisa memilih teknologi vacum cleaner robotik yang dapat dikendalikan melalui ponsel atau remote control. Pengaturannya, tinggal menyesuaikan tata ruang rumah pada alat pindai penyedot debu untuk mengatur area-area.

Alat pembersih ini pun memiliki sensor pendeteksi benda agar tidak terbentur atau menabrak perabotan rumah lainnya. Dengan mengintegrasikan semua perangkat cerdas tersebut pada ponsel, pengaturan pun dapat dilakukan meski pemilik rumah tidak di tempat.

Melihat banyaknya perangkat yang terbenam di dalam rumah pintar ini, lantas berapa harga yang ditawarkan untuk satu unit rumah pintar ini? "Harga smart home yang paling murah dibanderol Rp500 juta dan yang termahal bisa mencapai Rp5 miliar. Untuk saat ini wilayah Jabodetabek sudah banyak pengembang yang menawarkan konsep rumah smart home," kata Yoshi.

Jadi, sudah siapkah Anda untuk mengubah rumah menjadi smart home? Selamat mencoba. (Aprilia S Andyna)
(wan)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top