Studi: Vaksin Berbasis mRNA Beri Perlindungan dari Covid-19 Lebih Lama

Jum'at, 02 Juli 2021 - 21:09 WIB
loading...
A A A
Konsisten dengan penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa vaksin mRNA menginduksi respons antibodi yang kuat dan respons itu bahkan lebih kuat pada orang yang telah pulih dari infeksi SARS-CoV-2 ringan sebelum divaksinasi.

Tim juga mengumpulkan sampel kelenjar getah bening dalam rentang waktu yang sama dari 14 orang, yang sebelumnya tidak terinfeksi SARS-CoV-2. Menanggapi infeksi dan vaksinasi, struktur molekul sekilas yang dikenal sebagai "germinal centers" terbentuk di dalam kelenjar getah bening, kelenjar yang menahan sel sistem kekebalan dan biasanya membengkak sebagai respons terhadap infeksi.

Pada orang yang terinfeksi SARS-CoV-2, struktur ini terbentuk di kelenjar getah bening paru-paru, yang sulit diakses, sedangkan vaksin biasanya memacu produksinya di ketiak, yang lebih mudah diakses.

"Anda dapat menganggap mereka sebagai kamp pelatihan kami untuk sel-sel kekebalan," kata penulis senior Ali Ellebedy, seorang ahli imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis.

Struktur tersebut, katanya, melatih jenis sel kekebalan yang dikenal sebagai sel B selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mengikat lebih baik pada patogen, dalam hal ini, SARS-CoV-2.

Proses tersebut menciptakan sel kekebalan yang sangat terlatih, beberapa di antaranya adalah sel memori yang akan mengingat virus dalam jangka panjang.

"Tidak banyak yang diketahui tentang berapa lama "kamp pelatihan" ini bertahan di dalam kelenjar getah bening pada manusia; penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa mereka biasanya hanya bertahan beberapa minggu," kata Ellebedy.

Namun dalam studi baru, Ellebedy dan timnya menemukan sesuatu yang mengejutkan: Pada sebagian besar peserta yang menerima vaksin, pusat germinal mereka terus aktif, melatih sel-sel kekebalan yang kuat ini setidaknya selama 15 minggu setelah dosis pertama.

"Karena respon pusat germinal ini berlangsung selama berbulan-bulan, kemungkinan menghasilkan banyak sel memori yang akan bertahan selama bertahun-tahun; dan beberapa dari sel memori ini kemungkinan akan membangun diri mereka sendiri di dalam sumsum tulang dan menghasilkan antibodi seumur hidup," ujar Ellebedy. "Itu 'sangat menjanjikan', tetapi tidak berarti orang tidak membutuhkan suntikan booster, " sambungnya.

Sebaliknya, kebutuhan suntikan booster akan tergantung pada seberapa banyak virus berevolusi dan apakah sel yang diproduksi oleh pusat germinal cukup kuat untuk menangani varian yang berbeda secara signifikan, tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Vaksin Covid-19 Berbayar...
Vaksin Covid-19 Berbayar Ratusan Ribu Tahun Depan, Menkes Imbau Vaksinasi Sekarang Mumpung Gratis
Vaksin Booster Covid-19...
Vaksin Booster Covid-19 Tak Harus Sama dengan yang Primer, Begini Aturan Kombinasinya
Masih Haruskah Vaksin...
Masih Haruskah Vaksin Booster Meski 99,2% Warga RI Sudah Punya Antibodi Covid-19?
Pemerintah Siapkan Vaksin...
Pemerintah Siapkan Vaksin Booster Covid-19 Gratis untuk Masyarakat, Ini Sederet Manfaatnya!
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Kemenkes Minta Masyarakat Segera Vaksinasi
Vaksin dan Covid-19...
Vaksin dan Covid-19 Sebabkan Jumlah Sperma Pria Turun Drastis, yang Lagi Program Hamil Harus Tahu!
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
AstraZeneca Tuai Polemik...
AstraZeneca Tuai Polemik Usai Kasus Pembekuan Darah, BPOM: Sudah Tak Beredar di Indonesia
Rekomendasi
Kemendikdasmen Siapkan...
Kemendikdasmen Siapkan Lulusan SMK Hadapi Era Robotika, Prospek Karier Menjanjikan
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Raih Doktor di Unair,...
Raih Doktor di Unair, Pangi Chaniago Tawarkan Model Baru Jelaskan Split Ticket Voting di Indonesia
Berita Terkini
First Look Ibra The...
First Look Ibra The Movie: Menembus Langit, Mengungkap Masa Lalu
Setelah Sintya Marisca,...
Setelah Sintya Marisca, VISION+ Perkenalkan Jeremie Tobing di First Look My Chef in Crime
Mas Den Akui Jadi Satu-Satunya...
Mas Den Akui Jadi Satu-Satunya yang Tersisa, Kisah Keluarganya Diduga Jadi Korban Santet Bikin Syok!
Reza Arap Ungkap Momen...
Reza Arap Ungkap Momen Paling Berkesan Bersama Lula Lahfah saat Syuting Harusnya Horror
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 18 : Penyelidikan Wahyu Menemui Jalan Buntu
Reza Arap Bawa Buket...
Reza Arap Bawa Buket Bunga Matahari untuk Kenang Lula Lahfah di Rilis Film Harusnya Horror
Infografis
Hizbullah Klaim Tewaskan...
Hizbullah Klaim Tewaskan Lebih dari 70 Tentara Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved