Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 13

Kho Ping Hoo : Bukek...
Bukek Siansu, karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo
A A A
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu

"Jika tidak keliru dugaanku, yang berjumlah banyak itu tentulah anggauta pasukan, lihat pakaian mereka yang seragam, sedangkan delapan belas orang itu benar-benar harus dipuji kegagahan mereka, biarpun dikeroyok banyak dan didesak hebat, melawan terus dan sedikit pun tidak kelihatan gentar."

"Pikiranmu cocok dengan pikiranku, Toako. Memang mereka itu mengagumkan dan karena itu, mari kita bantu mereka."

"Cocok, Toanio. Yang lemah harus kita bantu. Mari....!"

Ouw Sian Kok dan Liu Bwee lalu meloncat ke depan dan terdengarlah suara melengking tinggi keluar dari mulut kedua orang ini. Begitu mereka menyerbu, dalam segebrakan saja Liu Bwee merobohkan empat orang dengan kaki tangannya sedangkan Ouw Sian Kok merobohkan enam orang yang dilempar-lemparkan seperti orang membuang rumput-rumput kering saja!

Pasukan menjadi geger dan delapan belas orang pendekar itu melirik dan menjadi kagum dan girang sekali karena sekilas pandang saja maklumlah mereka bahwa laki-laki dan wanita asing yang tiba-tiba membantu mereka itu adalah orang-orang yang luar biasa lihainya!

Seorang komandan pasukan menerjang Ouw Sian Kok dengan tombaknya, sebatang tombak bergagang panjang dan dihias ronce merah, sebuah tombak pusaka yang baik sekali.

Tombak itu meluncur dan berdesing, menusuk perut Ouw Sian Kok. Laki-laki ini kagum melihat mata tombak yang mengeluarkan cahaya, cepat ia miringkan tubuh sambil mengayun kaki dan tangannya merobohkan dua orang pengeroyok lain, kemudian secepat kilat menangkap tombak itu dengan kedua tangan, lalu mengerahkan sinkang membetot dan membalikkan tombak sehingga gagang tombak terlepas dari pegangan pemiliknya dan gagang tombak itu terus menghantam tengkuknya membuat komandan itu terjungkal!

Liu Bwee yang juga dikeroyok banyak sekali orang sudah berhasil merampas sebatang pedang yang dianggapnya cukup baik dan dengan pedang ini dia mengamuk, setiap senjata lawan yang bertemu dengan pedangnya tentu patah atau terlempar dari pegangan pemiliknya, dan tangan kiri serta kedua kakinya merobohkan setiap lawan yang berani menyerangnya.

Amukan kedua orang dari Pulau Es dan Pulau Neraka ini amat hebat, dalam belasan gebrakan saja tidak kurang dari tiga puluh orang anggauta pasukan telah roboh. Hal ini tentu saja menimbulkan kegemparan, membesarkan hati delapan belas orang pendekar, akan tetapi membuat jerih sisa anggauta pasukan. Akhirnya, sisa pasukan merasa tidak kuat dan melarikan diri meninggalkan teman-teman yang terluka!

Delapan belas orang pendekar itu berdiri berjajar, beberapa orang di antara mereka menderita luka-luka ringan dan kelihatanlah betapa gagahnya mereka, sedikit pun tidak kelihatan menderita ketika mereka berdiri berjajar di depan kedua orang itu.

Song Kiat mewakili saudara-saudaranya, menjura kepada Ouw Sian Kok dan Liu Bwee, diturut oleh tujuh belas orang saudara seperguruannya dan dia berkata, "Kami, delapan belas orang seperguruan dari Bu-tong-pai menghaturkan banyak terima kasih kepada Ji-wi Taihiap dan Lihiap yang telah menyelamatkan kami dari pengeroyokan anjing-anjing pemberontak itu. Bolehkah karai mengetahui nama Ji-wi yang mulia?"

Liu Bwee hanya memandang dan menyerahkan jawabannya kepada Ouw Sian Kok yang sudah mengelus jenggotnya dan tertawa. "Cuwi amat gagah perkasa, dan bantuan kami berdua tadi tidak ada artinya. Melihat Cuwi dikeroyok, kami berdua menjadi gatal tangan dan maafkan kalau kami mencampuri. Hal ini tidak perlu dibicarakan lagi dan tidak perlu kami memperkenalkan nama. Hanya ingin kami ketahui, siapakah pasukan itu dan mengapa Cuwi bentrok dengan mereka?" (Bersambung)
(dwi)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 18 Bagian 4
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 9 Bagian 1
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 5
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 22 Bagian 4
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 24 Bagian 8
Kho Ping Ho, Bukek Siansu...
Kho Ping Ho, Bukek Siansu Jilid 22 Bagian 8
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 12 Bagian 10
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 10 Bagian 1
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 4 Bagian 1
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 21 Bagian 4
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 15 Bagian 2
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 20 Bagian 6
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 24 Bagian 3
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 22 Bagian 3
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 20 Bagian 12
Rekomendasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Sabtu 13 Desember 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved