Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 22 Bagian 10

Kho Ping Hoo, Bukek...
Bukek Siansu, karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo
A A A
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu

Kwee Lun teringat akan kematian Soan Cu yang menghancurkan perasaannya, akan tetapi dia menekan kedukaannya dan berkata, suaranya nyaring bersemangat, "Adik Hong, tidak semestinya seorang perkasa seperti engkau mengeluarkan kata-kata bernada putus asa seperti itu! Engkau adalah puteri dari Pulau Es! Kedukaan apa pun yang menimpa dirimu, harus dapat kauatasi dengan gagah perkasa! Aku dapat memahami pesan mendiang Ibumu yang mulia dan gagah perkasa itu. Kalau pusaka keluargamu dari Pulau Es terjatuh ke tangan orang lain, bukankah itu amat sayang, berbahaya dan juga merendahkan? Pusaka itu telah diselamatkan oleh Nona Bu Swi Nio dan Saudara Liem Toan Ki. Sebaiknya kalau kita segera menyusul mereka dan aku akan membantumu mencari Pusaka Pulau Es."

Ucapan penuh semangat itu benar-benar menyadarkan Swat Hong, menarik gadis itu dari lembah kedukaan yang hampir mematahkan semangatnya. Dia menahan isak, menarik napas panjang dan menghapus air matanya, lalu memandang kepada pemuda itu, memegang Kangan Kwee Lun.

"Kwee-toako, terima kasih atas perigatanmu. Hampir aku lupa akan tugasku. Memang benar, sudah berani hidup harus berani menghadapi apa pun, yang menimpa kita. Engkau sungguh baik sekali, Toako. Engkau sendiri menderita, kehilangan Soan Cu, namun masih menghiburku...."

Kwee Lun mengangkat mukanya dan memejamkan mata. "Benar... aku mencinta Soan Cu... aku mencintanya...."

"Dan aku mencinta Suheng. Betapa buruk nasib kita, Toako. Akan tetapi, kau masih mempunyai Gurumu, sedangkan aku hanya seorang diri... ah, sudahlah, Aku akan pergi, Toako. Semoga engkau akan dapat menemukan kebahagiaan dalam hidupmu. Engkau baik sekali dan terima kasih." Swat Hong berkelebat dan meloncat pergi.

"Nanti dulu! Hong-moi... biarlah aku membantumu...."

"Tidak usah, Kwee-toako. Aku akan menyusul mereka ke Puncak Awan Merah, kemudian aku akan kembali ke Pulau Es... untuk... untuk selamanya. Selamat tinggal!" Swat Hong meloncat dengan cepat sekali dan sebentar saja dia sudah lenyap meninggalkan Kwee Lun yang menjadi lemas.

Pemuda ini menjatuhkan dirinya duduk di atas tanah dan baru sekarang dia tidak dapat menahan bertitiknya air matanya dan baru sekarang terasa olehnya betapa dia kehilangan Soan Cu, betapa dunia terasa amat hampa dan sunyi. Berkali-kali dia menarik napas panjang, dan teringatlah dia kepada gurunya, Lam-hai Seng-jin yang seperti orang tuanya sendiri. Dia harus kembali ke Pulau Kura-kura di Lam-hai dan terbayang olehnya betapa suhunya itu akan terheran mendengar semua pengalamannya dengan keluarga Pulau Es!

Dengan perasaan yang kosong dan sunyi, ingatan akan gurunya ini merupakan setitik harapan kegembiraan hidupnya dan perlahan-lahan Kwee Lun meninggalkan hutan itu untuk kembali kepada gurunya yang sudah amat lama ditinggalkannya.

Sementara itu, dengan mata masih merah oleh tangisnya, Han Swat Hong melanjutkan perjalanan seorang diri dengan cepat untuk mengejar Swi Nio dan Toan Ki. Kalau dia dapat menyusul mereka dan minta kembali Pusaka Pulau Es, dia dapat lengsung kembali ke Pulau Es dan selanjutnya... entah, dia sendiri tidak tahu apakah dia ada niat untuk kembali ke daratan besar.

Tidak, dia akan tinggal di pulau itu, di mana dia terlahir. Biarpun pulau itu sudah kosong, dia akan tinggal di tempat kelahirannya itu sampai mati! Bercucuran pula air matanya ketika dia bepikir sampai di situ dan terkenang kepada suhengnya. Kalau saja ada suhengnya di sisinya, tentu tidak akan begini merana hatinya.

Akan tetapi, betapapun cepat Swat Hong melakukan pengejaran, tetap saja dia tidak berhasil menyusul Swi Nio dan Toan Ki. Bahkan ketika dia tiba di Puncak Awan merah, tempat tinggal Tee-tok Siangkoan Houw, di tempat ini dia hanya disambut oleh Ang-in Mo-ko Thio Sam, kakek yang menjadi murid kepala Tee-tok itu yang menceritakan bahwa Tee-tok bersama puterinya telah beberapa pekan pergi turun gunung dan bahwa selama itu tidak ada tamu, juga tidak ada Bu Swi Nio dan Liem Toan Ki seperti yang ditanyakan oleh gadis itu.

Swat Hong mengerutkan alisnya, Hatinya mulai bertanya-tanya. Celaka, pikirnya, jangan-jangan dia telah salah memilih orang untuk dipercaya menyelamatkan Pusaka Pulau Es! Jangan-jangan dua orang muda itu sengaja melarikan pusaka-pusaka itu dan bersembunyi! (Bersambung)
(dwi)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 18 Bagian 12
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 10 Bagian 2
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 11 Bagian 1
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 15 Bagian 5
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 15 Bagian 7
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 24 Bagian 13
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 11 Bagian 9
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 12 Bagian 12
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 21 Bagian 7
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 19 Bagian 10
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 12 Bagian 8
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 10 Bagian 7
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 24 Bagian 4
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 23 Bagian 2
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 14 Bagian 6
Rekomendasi
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved