3 Pergeseran Perilaku Beauty Enthusiast selama Pandemi
Rabu, 20 Mei 2020 - 16:06 WIB
loading...
Kondisi pandemi secara langsung turut mengubah perilaku konsumen, terutama para beauty enthusiast. Dengan hampir semua aktivitas dilakukan di rumah, mendorong terjadinya pergeseran perilaku konsumen. Foto/Cheat Sheet
A
A
A
JAKARTA - Sudah lebih dari dua bulan Indonesia dilanda pandemi COVID-19. Selama rentang waktu itu, hampir seluruh sektor bisnis terkena dampak. Secara global pun, krisis COVID-19 berdampak cukup besar pada pelaku ritel kecantikan, terutama mengingat banyaknya penutupan toko akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Tidak hanya berdampak terhadap perusahaan, kondisi pandemi ini juga secara langsung turut mengubah perilaku konsumen, terutama para beauty enthusiast. Dengan hampir semua aktivitas dilakukan di rumah, mendorong terjadinya pergeseran perilaku konsumen.
Febrina Herlambang, Head of Public Relations Sociolla, membagikan hasil riset soal bagaimana perubahan perilaku beauty enthusiast selama pandemi. Berikut ulasannya. (Baca Juga: Kulit Pria Bisa Halus dan Kenyal, Ini Caranya! )
1. Belanja Online Jadi Pilihan Utama
Imbauan pemerintah agar masyarakat melakukan jaga jarak dan melakukan aktivitas di rumah menyebabkan tren belanja online meningkat. Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) mengungkapkan adanya kenaikan pesanan barang pada industri e-commerce di tengah merebaknya virus corona.
Meskipun mengalami peningkatan, menurut Febrina melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, ada kemungkinan konsumen merasa khawatir dengan keamanan produk yang mereka terima saat berbelanja online.
Tidak hanya berdampak terhadap perusahaan, kondisi pandemi ini juga secara langsung turut mengubah perilaku konsumen, terutama para beauty enthusiast. Dengan hampir semua aktivitas dilakukan di rumah, mendorong terjadinya pergeseran perilaku konsumen.
Febrina Herlambang, Head of Public Relations Sociolla, membagikan hasil riset soal bagaimana perubahan perilaku beauty enthusiast selama pandemi. Berikut ulasannya. (Baca Juga: Kulit Pria Bisa Halus dan Kenyal, Ini Caranya! )
1. Belanja Online Jadi Pilihan Utama
Imbauan pemerintah agar masyarakat melakukan jaga jarak dan melakukan aktivitas di rumah menyebabkan tren belanja online meningkat. Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) mengungkapkan adanya kenaikan pesanan barang pada industri e-commerce di tengah merebaknya virus corona.
Meskipun mengalami peningkatan, menurut Febrina melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, ada kemungkinan konsumen merasa khawatir dengan keamanan produk yang mereka terima saat berbelanja online.
Lihat Juga :