Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 23 Bagian 12

Kho Ping Hoo, Bukek...
Bukek Siansu, karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo
A A A
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu

Selama sebulan itu, Kwee Lun memperoleh keyakinan bahwa pemuda Pulau Es ini benar-benar bukan seorang manusia biasa. Tindak tanduknya, bicaranya, pandang matanya, dan betapa pemuda itu dapat mengerti ilmu silatnya lebih sempurna daripada dia sendiri! Maka ketika tiba saatnya berpisah, dia tanpa ragu-ragu menjatuhkan diri berlutut di depan Sin Liong!

"Harap jangan berlebihan, Kwee-teako," kata Sin Liong.

"Wah, Toako. Apa-apaan ini?" Swat Hong juga mencela.

"Kwa-taihiap, saya boleh dibilang adalah murid Taihiap. Dan Han-lihiap, agaknya belum tentu selama hidupku akan dapat bertemu lagi dengan Ji-wi (Kalian). Perkenankan saya, Kwee Lun, menghaturkan terima kasih dan selama hidup saya tidak akan melupakan Ji-wi!"

"Hushhh... sudahlah, Toako. Kita berpisah di sini. Engkau ke selatan dan kami akan terus ke timur. Mari, Sumoi, kita lanjutkan perjalanan," kata Sin Liong dengan suara tenang dan biasa saja, lalu mengajak sumoinya pergi dari situ. Swat Hong beberapa kali menengok dan melihat Kwee Lun masih berlutut dengan mata basah air mata! Dia pun terharu, akan tetapi tidak lagi merasa sengsara seperti ketika dia berpisah dari Kwee Lun hampir dua tahun yang lalu. Kini Sin Liong, suhengnya, pria yang dicintainya, berada di sampingnya. Tidak ada lagi perkara apa pun di dunia ini yang dapat menyusahkan hatinya lagi!

***

Sudah terlalu lama kita meninggalkan Bu Swi Nio dan Liem Toan Ki, dua orang muda yang dipercaya oleh Swat Hong untuk menyelamatkan pusaka-pusaka Pulau Es. Benarkah dugaan Swat Hong bahwa mereka itu bertindak curang, mengangkangi sendiri pusaka-pusaka yang secara kebetulan terjatuh ke tangan mereka itu? Sama sekali tidak demikian dan mari kita mengikuti perjalanan mereka semenjak mereka meninggalkan kota raja.

Malam hri itu, mereka berhasil lolos keluar dari kota raja dan semalam suntuk terus melarikan diri ke barat. Pada keesokan harinya, dengan tubuh lesu dan lelah, mereka sudah tiba jauh dari kota raja dan selagi mereka hendak mengaso, tiba-tiba terdengar derap kaki kuda diri belakang. Mereka terkejut dan cepat menyelinap ke dalam semak-semak untuk bersembunyi.

Akan tetapi, empat orang yang menunggang kuda itu sudah melihat mereka dan begitu tiba di tempat itu, mereka meloncat turun, mencabut senjata dan seorang di antara mereka berseru "Dua orang pengkhianat rendah, keluarlah!"

Dari tempat persembunyian mereka, Swi Nio dan Toan Ki mengenal empat orang itu. Mereka adalah bekas-bekas teman mereka ketika masih membantu An Lu Shan dahulu di masa "perjuangan". Karena mengenal mereka dan tahu bahwa mereka itu adalah orang-orang kang-ouw yang dahulu juga membantu pemberontakan karena sakit hati kepada kelaliman Kaisar, Swi Nio dan Toan Ki meloncat keluar. Liem Toan Ki tersenyum memandang kepada kakek berusia lima puluh tahun yang memimpin rombongan empat orang itu. Kakek ini bernama Thio Sek Bi, murid dari seorang tokoh kang-ouw kenamaan, yaitu Thian-tok Bhong Sek Bin! Adapun tiga orang yang lain adalah orang-orang kang-ouw yang agaknya tunduk kepada Thio Sek Bi ini, namun menurut pengetahuan Toan Ki, kepandaian mereka tidaklah perlu dikhawatirkan. Hanya orang she Thio ini yang lihai.

"Thio-twako, kita sama mengerti bahwa perjuangan kita hanya untuk menghalau Kaisar lalim. Urusan kami di istana The Kwat Lin sama sekali tidak ada hubungannya dengan urusan perjuangan. Harap Toako tidak mencampuri, urusan pribadi dan suka mengalah, membiarkan kami pergi dengan aman."

"Ha-ha-ha-ha! Liem Toan Ki, enak saja kau bicara! Setelah berhasil memperoleh pusaka-pusaka keramat, mau lolos begitu saja dan melupakan teman! Kami berempat tentu akan menerima uluran tanganmu yang bersahabat kalau saja persahabatan itu kaubuktikan dengan pembagian sebagian pusaka itu. Demikian banyaknya, buat apa bagi kalian? Membagi sedikit kepada kawan, sudah sepatutnya, ha-ha!" Thio Sek Bi berkata sambil menudingkan senjata toya di tangannya ke arah punggung Toan Ki, di mana terdapat buntalan pusaka yang dititipkan kepadanya oleh Swat Hong.

"Ya, sebaiknya bagi rata, bagi rata antara teman sendiri, Saudara Liem Toan Ki dan Nona Bu Swi Nio!" kata orang ke dua sedangkan teman-temannya juga mengangguk setuju. (Bersambung)
(dwi)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 22 Bagian 10
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 21 Bagian 8
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 12 Bagian 6
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 21 Bagian 9
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 13 Bagian 2
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 15 Bagian 3
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 11 Bagian 8
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 18 Bagian 13
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 bagian 11
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 12
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 22 Bagian 11
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jiild 16 Bagian 9
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 13
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 24 Bagian 15
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 22 Bagian 5
Rekomendasi
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved