Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 bagian 11

Kho Ping Hoo : Bukek...
Bukek Siansu, karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo
A A A
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu

Ouw Sian Kok mengangguk-angguk. "Kukira dugaanmu tidak keliru. Akan tetapi, Toanio, pernahkah Toanio ke daratan besar di barat sana?"

Liu Bwee menggeleng kepala tanpa menjawab, alisnya berkerut karena dia pun merasa bingung dan khawatir, ke mana harus mencari puterinya, padahal menurut penuturan yang didengarnya di Pulau Es, daratan besar amatlah luasnya, seluas lautan yang tiada tepi.

Melihat wajah wanita itu, Ouw Sian Kok merasa makin kasihan dan dengan suara penuh semangat dia berkata, "Toanio, jangan khawatir. Di dalam perantauanku, pernah aku mendarat di daratan besar dan biarlah aku menemanimu mencari puterimu Han Swat Hong itu, sekalian menjadi penunjuk jalan."

Berseri wajah Liu Bwee dan dia memandang kepada laki-laki itu penuh harapan dan terima kasih, akan tetapi mulutnya berkata, "Ahhh, aku selalu menyusahkan Twako saja...."

"Jangan berkata demikian, Toanio. Aku hidup sebatang kara, akan tetapi aku adalah seorang pria. Sedangkan engkau seorang wanita yang masih muda, mana bisa harus hidup bersunyi diri apa lagi hendak mencari puterimu di daratan besar? Aku sudah merasa cukup berbahagia kalau Toanio sudi kutemani."

"Tentu saja aku girang sekali dan banyak terima kasih atas budimu yang berlimpah-limpah itu, Toako. Semoga kelak Thian saja yang akan dapat membalasmu karena apakah dayaku untuk membalas kebaikanmu?" Dia menjadi terharu sekali. Dahulu Liu Bwee adalah seorang wanita periang dan jenaka, namun penderitaan batin membuat dia menjadi perasa dan halus budi serta lemah.

Ouw Sian Kok tidak menjawab, hanya menjawab dalam hatinya, "Pandang matamu itu sudah merupakan pembalasan yang berlipat ganda bagiku."

Berangkatlah kedua orang ini meninggalkan Pulau Es. Pelayaran yang amat sulit dan sukar, namun biarpun dia bekas permaisuri Raja Pulau Es, Liu Bwee di waktu kecil sudah kenyang bermain-main dengan perahu maka dia tidaklah amat menderita bahkan dapat membantu sehingga perjalanan dengan perahu mengarungi lautan luas itu berjalan lancar.

***

"Ha-ha-ha, kalian ini kaki tangan An Lu Shan si Pemberontak Laknat, apakah tidak mendengar siapa adanya Cap-pwe Eng-hiong (Delapan Belas Pendekar) dari Bu-tong-pai? Kami adalah patriot-patriot sejati, dan kalian menghendaki supaya kami menyerah? Sampai titik darah terakhir akan kami lawan kalian para pemberontak laknat!"

Ucapan ini keluar dari mulut seorang laki-laki berusia tiga puluh lebih yang bertubuh tinggi besar dan bersikap gagah perkasa, mewakili tujuh belas orang adik-adik seperguruannya yang kesemuanya bersikap gagah perkasa. Sedikit pun delapan belas orang itu tidak memperlihatkan rasa takut biarpun mereka itu dikurung oleh sedikitnya lima puluh orang perajurit yang berpakaian seragam dan bersenjata lengkap, bahkan mereka mengejek dan menantang komandan pasukan yang tadinya membujuk agar mereka menyerah dan membantu pergerakan An Lu Shan.

Mereka terdiri dari delapan belas orang, kesemuanya laki-laki yang bersikap gagah perkasa, berpakaian sederhana dan rambut mereka digelung ke atas. Dengan pedang di tangan, mereka siap menghadapi pengeroyokan lima puluh iebih pasukan pemberontak An Su Shan itu.

Cap-pwe Eng-hiong atau Delapan Belas Pendekar dari Bu-tong-san ini adalah murid-murid dari Kui Tek tojin, Ketua Bu-tong-pai. Mereka termasuk para anggauta Bu-tong-pai yang meninggalkan Bu-tong-pai ketika The Kwat Lin merebut kekuasaan.

Biarpun mereka merupakan orang-orang gagah yang berkepandaian tinggi, namun pada waktu The Kwat Lin merebut kekuasaan di Bu-tong-pai, mereka pun tidak dapat berbuat sesuatu. The Kwat Lin adalah termasuk kakak seperguruan mereka, akan tetapi wanita itu memiliki tingkat ilmu kepandaian yang bahkan melebihi guru mereka sendiri, di samping kenyataan bahwa wanita itu telah merampas tongkat pusaka Bu-tong-pai sehingga guru mereka dan para tokoh lain di Bu-tong-pai tidak dapat berkutik lagi.

Seteiah The Kwat Lin melarikan diri karena gagalnya Swi Liang di istana, para tokoh Bu-tong-pai dipimpin oleh Tek Tojin kembali ke Bu-tong-san kedatangan pasukan pemerintah yang menyerbu Bu-tong-pai mereka sambut dengan penjelasan yang menyadarkan pihak pemerintah.

Namun, sebagai akibatnya, Bu-tong-pai sekarang mau tidak mau harus memperlihatkan "kebersihannya" dengan jalan membantu pemerintah, menentang para pemberontak. Hanya dengan cara inilah Bu-tong-pai dapat membuktikan kesetiaan mereka kepada pemerintah dank arena itu pula, delapan belas orang murid Kui Tek Tojin itu mulai turun tangan menentang pasukan-pasukan An Lu Shan setiap kali terdapat kesempatan.(Bersambung)
(dwi)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 bagian 11
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 19 Bagian 6
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 5 Bagian 2
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 14 Bagian 1
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 23 Bagian 1
Kho Ping Ho, Bukek Siansu...
Kho Ping Ho, Bukek Siansu Jilid 22 Bagian 8
Kho Ping Ho, Bukek Siansu...
Kho Ping Ho, Bukek Siansu Jilid 22 Bagian 9
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 12 Bagian 3
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 24 Bagian 9
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 17 bagian 4
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 14 Bagian 9
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 3 Bagian 2
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 1 Bagian 2
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 23 Bagian 8
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 14 Bagian 7
Rekomendasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved