Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 4

Kho Ping Hoo : Bukek...
Bukek Siansu, karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo
A A A
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu

Dia mencari makanan untuk memenuhi tuntutan perutnya yang lapar, kemudian melibat bahwa pulau ini cukup subur dan baik hawanya, dia mengambil keputusan untuk tinggal di pulau itu, bertapa selama hidupnya sampai hari akhir. Dia sudah merasa bosan dengan urusan dunia yang hanya mendatangkan kesengsaraan batin belaka.

Mulailah Liu Bwee, wanita cantik yang usianya kurang lebih tiga puluh lima tahun dan masih kelihatan muda sekali itu mengasingkan diri dan bertapa di pulau kosong sampai hampir enam bulan lamanya. Dia sudah menemukan ketenteraman batin, melupakan segala urusan duniawi. Namun ada saja sebabnya kalau memang belum jodohnya menjadi pertapa.

Pada suatu hari, badai yang amat hebat mengamuk. Badai ini lah yang membasmi Pulau Es dan badai ini mengamuk juga di pulau kosong di mana Liu Bwee bertapa itu. Hebat bukan main dan biarpun Liu Bwee tadinya sudah bersembunyi di dalam gua, dia diterjang air laut yang naik ke atas pulau.

Berkat ketangkasan dan kepandaiannya, Liu Bwee berhasil menyambar ujung ranting pohon ketika tubuhnya diseret oleh arus ombak laut yang amat kuat dan dia berhasil naik ke puncak pohon kecil yang menyelamatkannya. Akan tetapi, air bergelombang dari arah laut dan dia harus berpegang kepada batang pohon itu kuat-kuat setiap kali air menghantamnya dengan kekuatan yang amat dahsyat. Dan hal ini berlangsung berjam-jam.

Betapapun kuatnya Liu Bwee, dia hanya seorang manusia, maka makin lama makin lemaslah tubuhnya karena dia harus berjuang melawan air laut yang dahsyat itu. Setiap kali ombak datang bergulung, hampir menenggelamkan pohon itu dan selain dia harus berpegang kuat-kuat mengerahkan sinkangnya agar jangan sampai terseret oleh air, juga dia harus menahan napas karena air menghantam seluruh tubuh dan mukanya.

"Celaka...." pikirnya ketika untuk kesekian puluh kalinya dia berhasil mempertahankan dirinya dari serangan air laut. "Kalau terus begini, aku tidak akan kuat lagi bertahan...."

Liu Bwee melihat ke kanan kiri. Banyak pohon yang sudah tumbang dan dia merasa ngeri. Kalau pohon di mana dia berlindung ini tumbang, dia tentu akan tewas. Sayang dia tidak dapat pindah ke pohon yang tinggi di sana itu, tentu dia akan aman dan air tidak dapat mencapai pohon itu.

Kembali datang serangan air, Liu Bwee memejamkan mata, menahan napas dan berpegang erat-erat, maklum bahwa yang datang ini adalah ombak yang amat ganas dan kuat.

"Haiiii...! Yang di sana itu...! Berpeganglah kuat-kuat...! Aku akan berusaha menolongmu...|!" Teriakan suara laki-laki ini datang dari arah pohon tinggi tadi. Liu Bwee membuka matanya, melihat sinar hitam kecil menyambar dari pohon besar itu, akan tetapi pada saat itu, air pun datang menerjang dengan kekuatan yang amat dahsyat.

"Oughhh...!" Betapapun kuat kedua tangan Liu Bwee berpegang pada ranting pohon, namun kekuatan air itu lebih dahsyat lagi. Terdengar batang itu patah dan tubuh Liu Bwee hanyut terseret ombak. Dia sudah putus asa dan menyerahkan jiwa raganya kepada Tuhan.

"Matilah aku...." bisiknya. Akan tetapi tiba-tiba tubuhnya terasa nyeri dan tertahan, kemudian tubuhnya ditarik menuju ke pohon besar! Ketika dia memperhatikan, kiranya tubuhnya telah terlibat sehelai tali hitam yang amat kuat dan teringatlah dia akan sinar hitam yang tadi menyambar kepadanya sebelum air menghantamnya. Dia maklum bahwa ada orang menolongnya maka bangkit kembali semangatnya untuk melawan maut, mempertahankan hidupnya.

Liu Bwee mulai menggerakkan kaki tangannya, berenang agar tidak sampat tenggelam dan membiarkan dirinya diseret oloh tali itu ke arah pohon besar yang lebih tinggi itu. Napasnya terengah-engah hampir putus karena tenaganya sudah habis dipergunakan untuk melawan hantaman-hantaman air yang bertubi-tubi tadi. Kalau saja tidak ada tali hitam yang melingkari pinggangnya dan selain menariknya ke arah pohon juga menahannya dari seretan ombak, tentu dia tidak sanggup berenang ke pohon itu. Dia berenang hanya untuk mencegah tubuhnya tenggelam saja.

Tahulah dia bahwa nyawanya diselamatkan oleh tali dan diam-diam dia berterima kasih sekali kepada orang yang berada di pohon dan yang belum tampak olehnya itu. Dengan seluruh tenaga yang masih bersisa padanya, Liu Bwee berusaha keras agar dia tidak sampai tenggelam. (Bersambung)
(dwi)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 10 Bagian 2
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 5
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 19 Bagian 12
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 12 Bagian 2
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 23 Bagian 11
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 8
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 13 Bagian 1
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 1 Bagian 1
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 12 Bagian 10
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 22 Bagian 1
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 24 Bagian 8
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 24 Bagian 2
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 18 Bagian 1
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 11 Bagian 8
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 21 Bagian 6
Rekomendasi
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved